Blogroll


BAB 4
Perangkat Keras dan Koneksi Internet

 Perangkat keras komputer (hardware) adalah semua bagian fisik komputer dan dibedakan dengan data yang berada di dalamnya atau yang beroperasi di dalamnya. Perangkat keras komputer antara lain modem, saluran telepon,router, dan ISP.
Hardware berupa peralatan fisik dari sebuah sistem komputer terdiri dari 3 jenis, yaitu perangkat masukan (input device), perangkat keluaran (output device), dan perangkat pengolah data (processor).Perangkat masukan berfungsi untuk memasukkan data, baik berupa teks, foto, maupun gambar ke dalam komputer. Contoh perangkat input, misalnya keyboard, mouse, light-pen, scanner, dan sebagainya. Perangkat keluaran dipergunakan untuk menampung dan menghasilkan data yang dikeluarkan, misalnya monitor dan printer. Perangkat pengolah data dipergunakan untuk mengolah data. Pengolah data meliputi unit pengolah pusat (CPU/Central Processing Unit) dan juga mikroprosesor.

 
A.Perangkat Keras Jaringan Komputer

1. Server

Komputer server umumnya mempunyai sistem operasi, aplikasi, dan database yang menyediakan layanan kepada komputer-komputer lain dalam jaringan.Jika jaringan dihubungkan ke internet, komputer server juga berfungsi sebagai gateway atau gerbang komputer client untuk mengakses internet.

2. Client                                                                                                                     

     Komputer client adalah komputer yang digunakan untuk melakukan pengolahan data yang diambil dari server. Kemudian, client menerima pelayanan dari komputer server.

3. Kartu Jaringan atau Network Interface Card

Kartu jaringan atau LAN Card adalah perangkat keras jaringan yang dipergunakan di motherboard komputer yang terdapat di jaringan (baik server maupun client).Dalam memilih network interface card, ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan sebagai berikut :
a. Tipe jaringan seperti Ethernet LANs, Token Ring, atau Fiber Distributed Data Interface (FDDI).
b. Tipe Media seperti Twisted Pair, Coaxial, Fiber-Optic, dan Wireless.
c. Tipe Bus seperti ISA dan PCI.

4. Hub atau Switch

Hub berfungsi untuk membagi sinyal data dan penguat sinyal dari LAN Card.
Hub memungkinkan sebuah kabel dari komputer server dihubungkan ke beberapa komputer client. Hub juga memungkinkan jarak komputer yang dihubungkan oleh kabel jaringan menjadi lebih jauh.
   
5. Kabel Jaringan

Media transmisi dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori, yaitu terarah (guieded/wireline) atau menggunakan kabel dan tidak terarah (unguided/wireless) atau nirkabel. Media transmisi terarah merupakan gelombang elektromagnetik yang di pandu sepanjang fisik, misalnya kabel UTP, kabel coaxial, dan kabel fiber optik. Media transmisi elektromagnetik tanpa dipandu, misalnya perambatan melalui udara, ruang hampa, dan air laut.
Jenis-jenis kabel jaringan yang akan kita bahas adalah kabel UTP, kabel koaksikal, dan kabel fiber optik.

a. Kabel UTP

Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair), secara fisik terdiri atas empat pasang kawat medium. Setiap pasang dipisahkan oleh lapisan pelindung. Kabel UTP mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut :
1) Kecepatan dan keluaran 10 - 100 Mbps.
2) Biaya rata-rata per node murah.
3) Media dan ukuran konektor kecil.
4) Panjang kabel maksimal yang diizin-kan, yaitu 100 meter (pendek).
Kabel UTP mempunyai banyak ke-unggulan, yaitu mudah dipasang, ukurannya kecil, dan harganya lebih murah dibandingkan media lain. Kekurangan kabel UTP adalah rentan terhadap efek interferensi elektromagnetik yang berasal dari media atau perangkat lainnya.

Nomor PIN

568 A
568 B

1
Putih – Hijau
Putih – Oranye
2
Hijau
Oranye
3
Putih - Oranye
Putih - Hijau
4
Biru
Biru
5
Putih - Biru
Putih - Biru
6
Oranye
Hijau
7
Putih - Cokelat
Putih - Cokelat
8
Cokelat
Cokelat

Kabel UTP terdiri dari delapan pin warna, di mana terdapat dua tipe kabel yang umum, yaitu kabel straight-through digunakan untuk menghubungkan sebuah hubungan dengan switch dan kabel cross-over digunakan untuk menghubungkan dua buah komputer secara peer to peet tanpa hub dan switch.

b. Kabel koaksial

Kabel koaksial terdiri atas konduktor silindris melingkar yang mengelilingi sebuah kabel tembaga inti yang konduktif. Kabel koaksial dapat digunakan tanpa banyak membutuhkan bantuan repeater sebagai penguat untuk komunikasi jarak jauh. Diameter yang besar memilik transmisi panjang dan menolak noise. Nama lain dari kabel ini adalah “thicknet”. Kabel ini sangat populer untuk LAN karena memiliki bandwith yang lebar, sehingga dapat kalian gunakan untuk komunikasi broadband (multiple channel). Contoh kabel koaksial dalam kehidupan sehari-hari, yaitu kabel TV, dan thin10Base5 yang biasanya digunakan untuk kabel backbone pada instalasi jaringan antargedung.

Kabel koaksial mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut.
1) Kecepatan dan keluaran 10 - 100 MBps.
2) Biaya rata-rata per node murah.
3) Media dan ukuran konektor medium.
4) Panjang kabel maksimal yang diizinkan, yaitu 500 meter (medium).
Jaringan dengan menggunakan kabel koaksial merupakan jaringan
dengan biaya rendah, tetapi jangkauannya sangat terbatas dan keandalannya
juga sangat terbatas. Kabel koaksial pada umumnya digunakan pada topologi
bus dan ring.

c. Kabel Fiber optik

Kabel fiber optik merupakan kabel jaringan yang jarang digunakan pada instalasi jaringan tingkat menengah ke bawah. Pada umumnya, kabel jenis ini digunakan pada instalasi jaringan yang besar dan pada perusahaan multinasional, serta digunakan untuk antarlantai atau gedung. Kabel fiber optik merupakan media networking medium yang digunakan untuk transmisi-transmisi modulasi. Beberapa keuntungan menggunakan kabel fiber
optik adalah sebagai berikut.
1) Kecepatan jaringan fiber optik beroperasi pada kecepatan tinggi.
2) Bandwith fiber optik mampu membawa paket-paket dengan kapasitas
besar.
3) Distance, yaitu sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa
memerlukan perlakuan “refresh” atau “diperkuat”.
4) Kabel-kabel fiber optik membutuhkan biaya alternatif murah
Fiber optik mempunyai beberapa karakteristik sebagai berikut.
1) Kecepatan dan keluaran 100+ Mbps.
2) Biaya rata-rata per node cukup mahal.
3) Media dan ukuran konektor kecil.
4) Panjang kabel maksimal yang diizinkan, yaitu 2 km (panjang).

6. Konektor

Konektor adalah perangkat keras yang digunakan untuk menghubungkan kabel dengan komputer. Pada jaringan komputer dikenal dengan istilah RJ45 yang merupakan konektor standar untuk kabel ethernet kategori 5, serta biasanya digunakan untuk kabel UTP.

7. PCMCIA Network Interface Card

PCMCIA card adalah card jaringan yang digunakan untuk terhubung ke
dalam sebuah jaringan tanpa menggunakan kabel.

8. Modem

Modem atau Modulator demodulator adalah peralatan untuk mengubah data dari bentuk digital ke analog atau sebaliknya dari analog ke digital. Modem dihubungkan ke komputer atau terminal menggunakan sebuah interface. Interface modem terdiri dari beberapa bagian, yaitu plugs, soket, pin, dan kabel.

9. Repeater

Repeater berfungsi untuk memperkuat sinyal di jaringan. Repeater menguatkan sinyal yang diterima dari komputer pengirim, sehingga kekuatan sinyal sama dengan kekuatan aslinya. Dengan menempatkan repeater, maka jarak antarkomputer di jaringan dapat dibuat semakin lebih jauh.

10. Bridge

Bridge adalah perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan sebuah jaringan (LAN) dengan jaringan yang lain. Dengan menggunakan bridge, maka sebuah jaringan lebih besar yang merupakan gabungan dari beberapa jaringan dapat diperoleh.

11. Router

Router berfungsi untuk mengatur aliran data dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Dengan adanya router, maka arus data dari satu LAN dapat diisolasi dari arus LAN yang lain. Dengan demikian, arus data dari LAN tidak bercampur baur dengan arus data dari LAN yang lain. Ada dua jenis router yang biasa digunakan, router dedicated yang merupakan keluaran dari pabrik dan router PC. Router PC adalah komputer yang dibuat menjadi router.

12. Crimping Tools

Crimping tools berguna untuk memotong, merapikan, dan mengunci kabel UTP dalam melakukan instalasi Networking.


B.Cara Memperoleh Sambungan Internet

Untuk pebisnis, internet dapat digunakan untuk transaksi online, berkomunikasi dengan relasi yang ada di luar negeri dengan menggunakan VOIP (Voice Over Internet Protocol), e-mail, atau sekedar text chat saja.
Koneksi ke internet membutuhkan infrastruktur yang sangat mahal. Karena itu tidak mungkin dibangun oleh pengguna perorangan. Kemudian, berdirilah perusahaan-perusahaan yang menginvestasikan dananya untuk membangun infrastruktur tersebut. Perusahaan tersebut menjual jasa layanan koneksi ke internet. Perusahaan jasa layanan koneksi ke internet disebut dengan Internet Service Provider (ISP).

1. Sejarah ISP di Indonesia

  
2. Kriteria Pemilihan ISP

Saat ini ada banyak perusahaan jasa layanan internet (ISP) yang ada di Indonesia. ISP di Indonesia tergabung dalam Asosiasi Penyelengara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Ada beberapa kriteria yang dapat digunakan untuk memilih sebuah ISP, antara lain sebagai berikut.

a. Kecepatan transfer data

Menggunakan internet berarti mempertukarkan data-data antara dua buah komputer, misalnya mengirimkan e-mail. E-mail yang kita kirim akan dikirimkan dari komputer kita ke komputer penerima e-mail dalam bentuk data. Dalam perpindahan data dari satu komputer ke komputer lain di internet atau sebaliknya, kecepatan transfer data merupakan hal yang penting. Kecepatan transfer data dari sebuah komputer server di internet ke komputer kita sangat bergantung pada kecepatan transfer dari provider yang kita gunakan.

b. Bandwidth

Bandwidth adalah lebar saluran data yang dilewati secara bersamasama oleh data-data yang ditransfer. Bandwidth dapat diibaratkan sebagai sebuah jalan raya yang dilewati oleh banyak kendaraan (data-data) secara bersamaan. Semakin banyak kendaraan yang lewat, maka semakin lambat laju kendaraan. Semakin lebar jalan raya, maka semakin banyak kendaraan yang dapat dilewatkan.

c. Memiliki server proxy

Server proxy berfungsi untuk menyimpan alamat-alamat favorit pelanggan. Dengan adanya server proxy, pelanggan dapat mengakses website favoritnya dengan lebih cepat. Jika pelanggan mengunjungi website favoritnya, pelanggan tidak perlu terhubung langsung dengan server website tersebut. Server proxy akan menghemat penggunaan bandwidth karena pelanggan tidak perlu lagi terkoneksi langsung ke website yang sering dikunjungi.

d. Memiliki backbone

Backbone adalah jaringan dasar yang menghubungkan setiap sarana telekomunikasi yang berfungsi sebagai sarana penunjang atau tulang punggung atas ketersediaan hubungan atau koneksi. Pembuatan sebuah backbone memerlukan teknologi yang tinggi dan dana yang besar. Penggunaan backbone secara bersama-sama dapat menghemat biaya, namun mengurangi kecepatan akses masing-masing ISP.

e. Keamanan data

Transaksi internet rawan terhadap pembajakan. Kita perlu tahu apakah sebuah ISP menggunakan Firewall untuk menjamin keamanan transaksi online yang kita lakukan.

f. Layanan yang diberikan

Kita juga perlu tahu layanan apa saja yang disediakan oleh sebuah ISP. Contohnya, Apakah ISP tersebut memberikan account e-mail? Berapa besar account email yang disediakan? Apakah e-mail tersebut mendukung POP3? Apakah ISP tersebut dilengkapi dengan spam filter? dan berbagai layanan lain.

g. Biaya

Beberapa ISP memberikan pilihan pembayaran dengan menggunakan sistem paket. Biasanya, sistem paket akan lebih murah bila dibandingkan dengan sistem pembayaran per waktu pemakaian. Hanya saja, dalam hal ini kita perlu memperhitungkan pembayaran per waktu pemakaian.

h. Hardware

Kita juga perlu tahu berapa banyak modem yang dimiliki oleh sebuah ISP, kecepatan modem yang digunakan, dan rasio pelanggan per modem. Hal tersebut perlu kita ketahui karena akan memengaruhi layanan yang akan kita dapatkan dari ISP tersebut.

i. Teknologi yang digunakan

Kita juga perlu tahu teknologi apa saja yang dimiliki oleh sebuah ISP untuk meningkatkan kinerjanya. Beberapa ISP untuk layanan koneksi dialup menggunakan teknologi kompresi data yang memungkinkan transfer data menjadi lebih cepat. Sedangkan untuk layanan koneksi internet dengan 3G, beberapa penyedia layanan menggunakan teknologi HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) yang memungkinkan kecepatan akses data hingga 3,6 Mbps dan bahkan sekarang ada yang mencapai kecepatan hingga 7 Mbps.

3. Jenis Pelayanan Koneksi Internet

Jenis-jenis pelayanan koneksi internet yang disediakan ISP adalah sebagai
berikut.

a. Dial Up

Dial up merupakan layanan yang disediakan untuk pengguna yang ingin mengakses melalui kabel telepon, yang didukung oleh modem.

b. Mobile Access

Mobile Access merupakan layanan untuk akses internet yang dapat pengguna dapatkan secara mudah dan praktis melalui telepon selular. Layanan ini bermanfaat bagi yang memiliki perangkat telepon yang mendukung teknologi ini, baik telepon selular yang berbasis GSM maupun berbasis CDMA.

c. Hotspot

Hotspot merupakan layanan bagi pengguna yang membutuhkan koneksi internet pada lokasi-lokasi tertentu seperti di mall, café, atau bandara, bahkan sekolah pun juga bisa. Pelayanan hotspot sangat bermanfaat untuk orang yang bekerja di kota-kota besar.

d. Wireless

Wireless merupakan layanan internet yang menggunakan teknologi tanpa kabel. Layanan ini mempunyai keuntungan terkoneksinya komputer pengguna dengan jaringan global internet 24 jam dalam 7 hari seminggu. Selain itu, biaya yang ditagihkan hanya biaya koneksi internet saja, tidak dengan biaya telepon.

e. Leased Line

Jaringan Dedicated atau sering disebut leased line adalah sebuah media komunikasi yang secara kontinu digunakan untuk menghubungkan titik-titik yang ingin berkomunikasi. Media komunikasi ini ditujukan untuk bekerja tanpa henti, tanpa dibagi oleh siapa pun, dan tanpa dapat dicampuri oleh data yang bukan milik penggunanya.
Biasanya media koneksi Dedicated atau Leased line ini merupakan media komunikasi dengan kecepatan tinggi, kualitas nomor satu, dan tingkat reliabilitas tinggi baik dalam menghantarkan data maupun dalam ketersediaannya (jarang bermasalah). Karena hanya satu orang yang menggunakan jalur ini, maka media ini sering disebut dengan istilah Leased line atau jalur yang disewa. Hal inilah yang membuat harga dari media jenis ini cukup mahal.
Koneksi jenis Leased line menawarkan bandwidth yang cukup bervariasi tergantung pada sejauh mana kebutuhan pengguna. Biasanya dimulai dari 64 Kbps hingga 2 Mbps. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi bandwidth, nilai tersebut bisa meningkat lagi.
Dedicated Leased line biasanya berupa koneksi tipe serial syncronous. Setiap ujung dari koneksi Leased line ini akan berakhir di interface serial Synchronous di sebuah router. Router tersebut akan terkoneksi ke Leased line ini melalui perantara sebuah perangkat yang disebut Channel Service Unit/Data Service Unit (CSU/DSU). Biasanya perangkat ini berupa sebuah modem Leased line.
Dengan demikian, setiap leased line yang akan dipasang, harus disertai juga dengan sebuah modem dan interface synchronous pada router. Jadi, jika seorang memiliki banyak koneksi leased line, maka ia membutuhkan banyak perangkat CSU/DSU atau modem, interface synchronous router, kabel penghubung antara modem dengan router, dan beberapa media Leased line itu sendiri.
Namun jika karakteristik traffic data Anda memang sangat padat penggunaannya, membutuhkan kualitas koneksi yang stabil, butuh kecepatan yang tinggi, dan tidak pernah terputus selama 24 jam, maka Leased line adalah jenis media yang paling cocok. Biasanya koneksi Leased line cukup rentan terhadap masalah. Namun, mencari sumber masalahnya relatif cukup mudah karena jalur-jalurnya dapat dengan jelas terdeteksi.
Koneksi Leased line yang telah lama dan digunakan adalah koneksi menggunakan media kabel tembaga dengan sistem komunikasi synchronous serial. Namun belakangan ini, media sistem komunikasi Leased line juga sering menggunakan media kabel tembaga dengan sistem komunikasi DSL. Selain itu, teknologi cable modem juga sering kali digunakan untuk menghantarkan servis dedicated ini.

f. VSAT

Di beberapa daerah, khususnya di luar Jawa seringkali infrastuktur baik Kabel Bawah Laut, Fiber Optic, Leased Line, maupun ADSL belum memadai atau bahkan tidak tersedia. Dengan demikian, satu-satunya yang paling efisien dalam rangka penyediaan bandwidth internet ke berbagai Remote Area adalah dengan media VSAT. VSAT (Very Small Aperture Terminal) adalah perangkat yang disebut sebagai ‘Satellite Ground Station’ dilengkapi dengan “Dish Antenna” untuk mengakses satelit dalam rangka melakukan relay data dari suatu terminal ke terminal lain (pada Konfigurasi Mesh) atau ke terminal induk/Hub (pada Konfigurasi Star).
Keunggulan penggunaan VSAT adalah sebagai berikut.
1) Pemasangannya cepat.
2) Jangkauan terjauh dapat mencapai setengah permukaan bumi.
Kekurangan penggunaan VSAT adalah sebagai berikut.
1) Koneksinya rentan terhadap gangguan cuaca (terhadap molekul air).
2) Memakan tempat, terutama untuk piringannya.

4. Teknologi dalam Sebuah Internet Service Provider

Secara umum teknologi yang digunakan di sebuah Internet Service Provider (ISP) sebetulnya relatif sederhana yang terdiri atas:
a.       Sambungan ke internet yang besar menggunakan kecepatan yang sangat
tinggi. Beberapa ISP di Indonesia mempunyai kecepatan sampai beberapa
Gbps.
b.      Sambungan internet tersebut disambungkan langsung pada router yang
besar, biasanya kelas Cisco atau Juniper network. Router ini akan mengatur
komunikasi antara internet dengan pelanggan.
c.       Biasanya di ISP akan dipasang juga beberapa server, baik untuk web, mail,
maupun berbagai keperluan lainnya. Sebagian besar server ISP biasanya
dibangun menggunakan sistem operasi Open Source.
Pelanggan akan tersambung ke ISP menggunakan berbagai teknologi sambungan yang berkecepatan beberapa ratus Kbps atau Mbps.

5. Penginstalasian Modem di Windows XP

Berikut ini dijelaskan langkah-langkah penginstalasian modem pada Windows XP.
a. Lakukan penyalaan komputer sesuai dengan SOP yang ada.
b. Secara otomatis Windows XP akan mendeteksi adanya modem pada komputer.
c. Selanjutnya, akan muncul dialog seperti pada gambar berikut. Pilih opsi No, not this time, kemudian klik tombol Next.
d. Kemudian, silakan pilih opsi Install the Software Automatically (Recommended).
Pastikan bahwa CD atau Floppy Software pendukung sudah masuk pada drive. Klik tombol Next.
e. Lalu komputer akan melakukan pencarian Software pendukung pada Drive yang ada. Jika ditemukan, maka akan muncul gambar berikut. Klik tombol Continue Anyway.
f. Tunggu sampai proses instalasi driver selesai. Klik tombol Finish.

6. Setting Koneksi ke TelkomNet Instan

Bila modem selesai diinstall, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan koneksi ke TelkomNet Instan. Kita dapat membuat ikon khusus koneksi di dekstop yang berfungsi untuk menghubungkan komputer ke TelkomNet.

a. Klik “Start” dan masuk ke “Control Panel”.
b. Klik ikon “Internet Options”, maka akan muncul kotak dialog “Internet Properties”.
c. Klik “Tab Connections”.
d. Klik “Setup”, maka akan muncul kotak dialog “New Connection Wizard”.
e. Klik “Next”.
f. Pilih “Connect to the Internet” dan klik “Next”.
g. Pilih “Set up my connection manually” dan klik “Next”.
h. Pilih “Connect using a dial-up modem” dan klik “Next”.
i. Ketik di ISP Name “TelkomNet Instan”, kemudian klik “Next”.
j. Isikan 080989999 di kotak “Phone number”, klik “Next”.
k. Isikan user ID dan password seperti berikut.
User id : telkomnet@instan
Password : telkom
l. Klik “Next”, Windows akan menyelesaikan koneksi ke TelkomNet dan akan muncul kotak dialog “Completing the New Connection Wizard”.
m. Klik “Add a shortcut to this connection to my dekstop” agar muncul ikon
koneksi di dekstop. Setelah selesai klik “Finish”.
n. Dial-up account kalian siap digunakan.
Dengan selesainya setting koneksi ke TelkomNet Instan dan ikon koneksi sudah terdapat pada desktop, maka kita sudah siap terhubung ke internet.
o. Dobel klik pada ikon TelkomNet Instan di dekstop, maka akan muncul
    kotak dialog “Connect”.
p. Username dan password sudah terisi. Klik “Dial” untuk terhubung ke
    TelkomNet Instan.

7. Mengakses Internet Menggunakan Hotspot

Teknik mengakses internet menggunakan fasilitas WiFi hotspot jauh lebih sederhana daripada fasilitas dial-up, dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dan biasanya biayanya jauh lebih murah, bahkan di beberapa hotel/restoran dapat diakses secara gratis.
Untuk sebagian besar aplikasi sambungan menggunakan WiFi/Hotspot kita tidak perlu menyentuh menu untuk konfigurasi jaringan karena biasanya sudah beroperasi secara otomatis. Proses penyambungan menggunakan WiFi/ Hotspot relatif sederhana sebagai berikut.

a. Pastikan WiFi di laptop aktif. Biasanya ada tombol di laptop untuk
mengaktifkan WiFi bawaan laptop.
b. Klik pada gambar dua (2) layar yang saling berhimpit yang berada di pojok
kanan layar desktop komputer kita. Ini akan menyebabkan sistem operasi
Linux Ubuntu men-scan jaringan wireless dan menampilkan nama-nama
SSID Hotspot yang ada di sekitar kita.
c. Klik ke nama salah satu Hotspot yang mana kita ingin tersambung.

Selesai sudah proses penyambungan komputer/laptop ke jaringan WiFi/ Hotspot. Beberapa Hotspot kadangkala membutuhkan proses konfigurasi secara manual, maka kita dapat melakukannya dengan memilih menu “Manual configuration”. Proses konfigurasinya persis sama dengan konfigurasi jaringan LAN biasa. Beberapa hal yang perlu dicermati dalam proses konfigurasi Hotspot adalah sebagai berikut.

a. Mencuri akses internet dari Hotspot pribadi atau berbayar bukan hal yang terpuji. Mencuri akses merupakan tindakan yang tidak halal dan berkonsekuensi berat.
b. Sebagian besar Hotspot berbayar mengoperasikan mekanisme proteksinya, jadi memang tidak akan dapat dengan mudah diakses oleh pengguna biasa.
c. Sebagian hotel, restoran, dan cafe memang mengoperasikan Hotspot untuk dapat diakses secara cuma-cuma dengan harapan para pengunjung restoran dan cafe dapat lebih menikmati kunjungan mereka.
  
 
C.                Faktor-faktor yang Memengaruhi Kecepatan Akses Internet

Dalam praktiknya, kecepatan akses yang diperoleh seorang user ketika menggunakan internet adalah tidak mutlak sama dengan kecepatan yang ditawarkan oleh ISP. Banyak faktor yang memengaruhi kecepatan akses internet secara nyata, antara lain sebagai berikut.

1. Media Transmisi

Faktor pertama yang dapat memengaruhi kecepatan akses internet adalah media transmisi.

a. Bahan perantara yang digunakan untuk menghubungkan komputer, baik komputer dengan komputer dalam jaringan lokal (LAN), komputer ke ISP dan ISP ke internet. Misalnya hubungan yang menggunakan gelombang radio tentu lebih cepat daripada menggunakan kabel serat optik dan transmisi melalui kabel serat optik lebih cepat dibandingkan melalui kabel tembaga.
b. Jarak user ke server. Semakin jauh jarak antara user dan server, maka waktu yang diperlukan untuk memperoleh akses juga semakin lama. Misalnya seseorang di Semarang yang ingin mengakses situs milik perusahaan di Amerika Serikat tentu memerlukan waktu lebih lama dibandingkan jika ia hanya mengakses informasi milik perusahaan di Jakarta.
c. Cara penyambungan ke internet. Sambungan internet dengan cara dial up adalah penyambungan melalui jalur telepon rumah. Secara ideal kecepatan sinyal telepon adalah 56 kbps, tetapi di Indonesia sampai sekarang masih menggunakan frekuensi 33,6 kHz sehingga kecepatan transfer data dalam internet dengan cara dial up pada praktiknya hanya sekitar 33,6 kbps. Sedangkan penyambungan internet dengan cara broadband/wireless dapat memberikan akses yang lebih cepat, yaitu sekitar 50 – 90 kbps.

2. Kecepatan Jaringan

Kecepatan jaringan ditentukan oleh topologi jaringan dan kemampuan NIC (Network Interface Card) atau LAN Card. Jaringan yang menggunakan topologi ring memiliki kecepatan akses yang lebih lambat dibandingkan dengan topologi star. Kemampuan LAN card bervariasi mulai 10 Mbps, fast ethernet 100 Mbps, sampai Gbps.

3. Banyaknya User

Satu buah server atau website dapat digunakan atau diakses oleh beberapa user. Jika banyak user yang mengakses satu website/server pada waktu yang bersamaan, kecepatan akses jaringan akan dibagi rata kepada semua user, sehingga semakin banyak user yang mengakses satu website maka kecepatan akses pun semakin rendah.

4. Besarnya Bandwidth

Bandwith merupakan kecepatan maksimum yang dapat digunakan untuk melakukan transmisi data antarkomputer pada jaringan atau internet. Besar bandwidth yang disewa ISP ke Backbone internet berpengaruh pada kecepatan akses internet yang diterima oleh pelanggan. Semakin besar bandwidth yang dimiliki, semakin besar kecepatan akses yang diterima.

5. Kecepatan Server

Kemampuan dan kecepatan server akan berpengaruh pada kecepatan akses internet yang dapat dinikmati oleh pelanggan. Semakin cepat server tersebut, maka kecepatan akses semakin besar.
 

0 comments:

Home