BAB 4
Perangkat
Keras dan Koneksi Internet
Perangkat keras komputer
(hardware) adalah semua bagian fisik komputer dan dibedakan dengan data yang
berada di dalamnya atau yang beroperasi di dalamnya. Perangkat keras komputer
antara lain modem, saluran telepon,router, dan ISP.
Hardware berupa peralatan fisik dari
sebuah sistem komputer terdiri dari 3 jenis, yaitu perangkat masukan (input
device), perangkat keluaran (output device), dan perangkat pengolah data
(processor).Perangkat masukan berfungsi untuk memasukkan data, baik berupa
teks, foto, maupun gambar ke dalam komputer. Contoh
perangkat input, misalnya keyboard, mouse, light-pen, scanner, dan sebagainya.
Perangkat keluaran dipergunakan untuk menampung dan menghasilkan data yang
dikeluarkan, misalnya monitor dan printer. Perangkat pengolah data dipergunakan
untuk mengolah data. Pengolah data meliputi unit pengolah pusat (CPU/Central
Processing Unit) dan juga mikroprosesor.
A.Perangkat Keras Jaringan Komputer
1. Server
Komputer server umumnya
mempunyai sistem operasi, aplikasi, dan database yang menyediakan layanan
kepada komputer-komputer lain dalam jaringan.Jika jaringan dihubungkan ke internet,
komputer server juga berfungsi sebagai gateway atau gerbang komputer client
untuk mengakses internet.
2. Client
Komputer client adalah komputer yang
digunakan untuk melakukan pengolahan data yang diambil dari server. Kemudian,
client menerima pelayanan dari komputer server.
3. Kartu Jaringan atau Network Interface Card
Kartu jaringan atau LAN
Card adalah perangkat keras jaringan yang dipergunakan di motherboard komputer
yang terdapat di jaringan (baik server maupun client).Dalam memilih
network interface card, ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan
sebagai berikut :
a. Tipe jaringan seperti Ethernet
LANs, Token Ring, atau Fiber Distributed Data Interface (FDDI).
b. Tipe Media seperti Twisted Pair,
Coaxial, Fiber-Optic, dan Wireless.
c. Tipe Bus seperti ISA dan PCI.
4. Hub atau Switch
Hub berfungsi
untuk membagi sinyal data dan penguat sinyal dari LAN Card.
Hub
memungkinkan sebuah kabel dari komputer server dihubungkan ke beberapa komputer
client. Hub juga memungkinkan jarak komputer yang dihubungkan oleh kabel
jaringan menjadi lebih jauh.
5. Kabel Jaringan
Media transmisi dapat diklasifikasikan menjadi dua
kategori, yaitu terarah (guieded/wireline) atau menggunakan kabel dan tidak
terarah (unguided/wireless) atau nirkabel. Media transmisi terarah merupakan
gelombang elektromagnetik yang di pandu sepanjang fisik, misalnya kabel UTP,
kabel coaxial, dan kabel fiber optik. Media transmisi elektromagnetik tanpa
dipandu, misalnya perambatan melalui udara, ruang hampa, dan air laut.
Jenis-jenis
kabel jaringan yang akan kita bahas adalah kabel UTP, kabel koaksikal, dan
kabel fiber optik.
a. Kabel UTP
Kabel UTP (Unshielded
Twisted Pair), secara fisik terdiri atas empat pasang kawat medium. Setiap
pasang dipisahkan oleh lapisan pelindung. Kabel UTP mempunyai beberapa
karakteristik sebagai berikut :
1) Kecepatan dan keluaran
10 - 100 Mbps.
2) Biaya rata-rata per
node murah.
3) Media dan ukuran
konektor kecil.
4) Panjang kabel maksimal
yang diizin-kan, yaitu 100 meter (pendek).
Kabel UTP mempunyai banyak
ke-unggulan, yaitu mudah dipasang, ukurannya kecil, dan harganya lebih murah
dibandingkan media lain. Kekurangan kabel UTP adalah rentan terhadap efek
interferensi elektromagnetik yang berasal dari media atau perangkat lainnya.
|
Nomor
PIN
|
568
A
|
568
B
|
|
1
|
Putih
– Hijau
|
Putih
– Oranye
|
|
2
|
Hijau
|
Oranye
|
|
3
|
Putih
- Oranye
|
Putih
- Hijau
|
|
4
|
Biru
|
Biru
|
|
5
|
Putih
- Biru
|
Putih
- Biru
|
|
6
|
Oranye
|
Hijau
|
|
7
|
Putih
- Cokelat
|
Putih
- Cokelat
|
|
8
|
Cokelat
|
Cokelat
|
Kabel UTP terdiri dari delapan pin
warna, di mana terdapat dua tipe kabel yang umum, yaitu kabel straight-through
digunakan untuk menghubungkan sebuah hubungan dengan switch dan kabel
cross-over digunakan untuk menghubungkan dua buah komputer secara peer to peet
tanpa hub dan switch.
b. Kabel koaksial
Kabel koaksial terdiri
atas konduktor silindris melingkar yang mengelilingi sebuah kabel tembaga inti
yang konduktif. Kabel koaksial dapat digunakan tanpa banyak membutuhkan bantuan
repeater sebagai penguat untuk komunikasi jarak jauh. Diameter
yang besar memilik transmisi panjang dan menolak noise. Nama lain dari kabel
ini adalah “thicknet”. Kabel ini sangat populer untuk LAN karena memiliki
bandwith yang lebar, sehingga dapat kalian gunakan untuk komunikasi broadband
(multiple channel). Contoh kabel koaksial dalam kehidupan sehari-hari, yaitu
kabel TV, dan thin10Base5 yang biasanya digunakan untuk kabel backbone pada
instalasi jaringan antargedung.
Kabel koaksial mempunyai beberapa
karakteristik sebagai berikut.
1) Kecepatan dan keluaran 10 - 100
MBps.
2) Biaya rata-rata per node murah.
3) Media dan ukuran konektor medium.
4) Panjang kabel maksimal yang
diizinkan, yaitu 500 meter (medium).
Jaringan dengan menggunakan kabel
koaksial merupakan jaringan
dengan biaya rendah, tetapi
jangkauannya sangat terbatas dan keandalannya
juga sangat terbatas. Kabel koaksial
pada umumnya digunakan pada topologi
bus dan ring.
c. Kabel Fiber optik
Kabel fiber optik
merupakan kabel jaringan yang jarang digunakan pada instalasi jaringan tingkat
menengah ke bawah. Pada umumnya, kabel jenis ini digunakan pada instalasi
jaringan yang besar dan pada perusahaan multinasional, serta digunakan untuk
antarlantai atau gedung. Kabel fiber optik merupakan media networking
medium yang digunakan untuk transmisi-transmisi modulasi. Beberapa keuntungan menggunakan kabel fiber
optik adalah sebagai
berikut.
1) Kecepatan jaringan
fiber optik beroperasi pada kecepatan tinggi.
2) Bandwith fiber optik
mampu membawa paket-paket dengan kapasitas
besar.
3) Distance, yaitu
sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa
memerlukan perlakuan
“refresh” atau “diperkuat”.
4) Kabel-kabel fiber optik
membutuhkan biaya alternatif murah
Fiber optik mempunyai
beberapa karakteristik sebagai berikut.
1) Kecepatan dan keluaran
100+ Mbps.
2) Biaya rata-rata per
node cukup mahal.
3) Media dan ukuran
konektor kecil.
4) Panjang kabel maksimal
yang diizinkan, yaitu 2 km (panjang).
6. Konektor
Konektor adalah perangkat keras yang
digunakan untuk menghubungkan kabel dengan komputer. Pada jaringan komputer dikenal
dengan istilah RJ45 yang merupakan konektor standar untuk kabel ethernet
kategori 5, serta biasanya digunakan untuk kabel UTP.
7. PCMCIA Network Interface Card
PCMCIA card adalah card
jaringan yang digunakan untuk terhubung ke
dalam sebuah jaringan
tanpa menggunakan kabel.
8. Modem
Modem atau Modulator
demodulator adalah peralatan untuk mengubah data dari bentuk digital ke analog
atau sebaliknya dari analog ke digital. Modem dihubungkan ke komputer atau
terminal menggunakan sebuah interface. Interface modem terdiri dari beberapa
bagian, yaitu plugs, soket, pin, dan kabel.
9. Repeater
Repeater berfungsi untuk
memperkuat sinyal di jaringan. Repeater menguatkan sinyal yang diterima dari
komputer pengirim, sehingga kekuatan sinyal sama dengan kekuatan aslinya.
Dengan menempatkan repeater, maka jarak antarkomputer di jaringan dapat dibuat
semakin lebih jauh.
10. Bridge
Bridge adalah perangkat
jaringan yang digunakan untuk menghubungkan sebuah jaringan (LAN) dengan
jaringan yang lain. Dengan menggunakan bridge, maka sebuah jaringan lebih besar
yang merupakan gabungan dari beberapa jaringan dapat diperoleh.
11. Router
Router berfungsi untuk
mengatur aliran data dari satu jaringan ke jaringan yang lain. Dengan adanya
router, maka arus data dari satu LAN dapat diisolasi dari arus LAN yang lain.
Dengan demikian, arus data dari LAN tidak bercampur baur dengan arus data dari
LAN yang lain. Ada dua jenis router yang biasa digunakan, router dedicated yang
merupakan keluaran dari pabrik dan router PC. Router PC adalah komputer yang
dibuat menjadi router.
12. Crimping Tools
Crimping tools berguna
untuk memotong, merapikan, dan mengunci kabel UTP dalam melakukan instalasi
Networking.
B.Cara Memperoleh Sambungan
Internet
Untuk
pebisnis, internet dapat digunakan untuk transaksi online, berkomunikasi dengan
relasi yang ada di luar negeri dengan menggunakan VOIP (Voice Over Internet
Protocol), e-mail, atau sekedar text chat saja.
Koneksi ke
internet membutuhkan infrastruktur yang sangat mahal. Karena itu tidak mungkin
dibangun oleh pengguna perorangan. Kemudian, berdirilah perusahaan-perusahaan
yang menginvestasikan dananya untuk membangun infrastruktur tersebut.
Perusahaan tersebut menjual jasa layanan koneksi ke internet. Perusahaan jasa
layanan koneksi ke internet disebut dengan Internet Service Provider (ISP).
1. Sejarah ISP di Indonesia
ISP
pertama di Indonesia adalah IPTEKNET (http://www.iptek.net.id/) yang beroperasi
penuh menjelang awal 1994. Pada tahun yang sama, PT IndoInternet
(http://www.indo.net.id/) atau IndoNet yang dipimpin secara part-time oleh Sanjaya
mulai beroperasi. IndoNet merupakan ISP komersial pertama Indonesia yang pada
awalnya memanfaatkan lisensi dari PT Lintas Arta. Sambungan awal ke internet
oleh IndoNet dilakukan menggunakan metode dial-up. IndoNet berlokasi di daerah
Rawamangun, di kompleks dosen UI. ISP yang tidak lama menyusul IndoNET adalah
RadNet (http://www.rad.net.id/).
2. Kriteria Pemilihan ISP
Saat
ini ada banyak perusahaan jasa layanan internet (ISP) yang ada di Indonesia.
ISP di Indonesia tergabung dalam Asosiasi Penyelengara Jasa Internet Indonesia
(APJII).
Ada beberapa kriteria yang
dapat digunakan untuk memilih sebuah ISP, antara lain sebagai berikut.
a. Kecepatan transfer data
Menggunakan internet
berarti mempertukarkan data-data antara dua buah komputer, misalnya mengirimkan
e-mail. E-mail yang kita kirim akan dikirimkan dari komputer kita ke komputer
penerima e-mail dalam bentuk data. Dalam perpindahan data dari satu komputer ke
komputer lain di internet atau sebaliknya, kecepatan transfer data merupakan
hal yang
penting. Kecepatan transfer data dari sebuah komputer server di internet ke
komputer kita sangat bergantung pada kecepatan transfer dari provider yang kita
gunakan.
b. Bandwidth
Bandwidth adalah lebar
saluran data yang dilewati secara bersamasama oleh data-data yang ditransfer.
Bandwidth dapat diibaratkan sebagai sebuah jalan raya yang dilewati oleh banyak
kendaraan (data-data) secara bersamaan. Semakin banyak kendaraan yang lewat,
maka semakin lambat laju kendaraan. Semakin lebar jalan raya, maka semakin
banyak kendaraan yang dapat dilewatkan.
c. Memiliki server proxy
Server proxy berfungsi
untuk menyimpan alamat-alamat favorit pelanggan. Dengan adanya server proxy,
pelanggan dapat mengakses website favoritnya dengan lebih cepat. Jika
pelanggan mengunjungi website favoritnya,
pelanggan tidak perlu terhubung langsung
dengan server website tersebut. Server proxy akan menghemat penggunaan bandwidth karena pelanggan tidak perlu
lagi terkoneksi langsung ke website yang
sering dikunjungi.
d. Memiliki backbone
Backbone adalah jaringan
dasar yang menghubungkan setiap sarana telekomunikasi yang berfungsi sebagai
sarana penunjang atau tulang punggung atas ketersediaan hubungan atau koneksi. Pembuatan
sebuah backbone memerlukan teknologi yang tinggi dan dana yang besar.
Penggunaan backbone secara bersama-sama dapat menghemat biaya, namun mengurangi
kecepatan akses masing-masing ISP.
e. Keamanan data
Transaksi internet rawan
terhadap pembajakan. Kita perlu tahu apakah sebuah ISP menggunakan Firewall
untuk menjamin keamanan transaksi online yang kita lakukan.
f. Layanan yang diberikan
Kita juga perlu tahu
layanan apa saja yang disediakan oleh sebuah ISP. Contohnya, Apakah ISP tersebut
memberikan account e-mail? Berapa besar account email yang disediakan? Apakah
e-mail tersebut mendukung POP3? Apakah ISP tersebut dilengkapi dengan spam
filter? dan berbagai layanan lain.
g. Biaya
Beberapa ISP memberikan
pilihan pembayaran dengan menggunakan sistem paket. Biasanya, sistem paket akan
lebih murah bila dibandingkan dengan sistem pembayaran per waktu pemakaian.
Hanya saja, dalam hal ini kita perlu memperhitungkan pembayaran per waktu
pemakaian.
h. Hardware
Kita juga perlu tahu
berapa banyak modem yang dimiliki oleh sebuah ISP, kecepatan modem yang
digunakan, dan rasio pelanggan per modem. Hal tersebut perlu kita ketahui
karena akan memengaruhi layanan yang akan kita dapatkan dari ISP tersebut.
i. Teknologi yang digunakan
Kita juga perlu tahu
teknologi apa saja yang dimiliki oleh sebuah ISP untuk meningkatkan kinerjanya.
Beberapa ISP untuk layanan koneksi dialup menggunakan teknologi kompresi data
yang memungkinkan transfer data menjadi lebih cepat. Sedangkan untuk layanan
koneksi internet dengan 3G, beberapa penyedia layanan menggunakan teknologi
HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) yang memungkinkan kecepatan akses
data hingga 3,6 Mbps dan bahkan sekarang ada yang mencapai kecepatan hingga 7
Mbps.
3. Jenis Pelayanan Koneksi Internet
Jenis-jenis
pelayanan koneksi internet yang disediakan ISP adalah sebagai
berikut.
a. Dial Up
Dial up merupakan layanan
yang disediakan untuk pengguna yang ingin mengakses melalui kabel telepon, yang
didukung oleh modem.
b. Mobile Access
Mobile Access merupakan
layanan untuk akses internet yang dapat pengguna dapatkan secara mudah dan praktis
melalui telepon selular. Layanan ini bermanfaat bagi yang memiliki perangkat
telepon yang mendukung teknologi ini, baik telepon selular yang berbasis GSM
maupun berbasis CDMA.
c. Hotspot
Hotspot merupakan layanan
bagi pengguna yang membutuhkan koneksi internet pada lokasi-lokasi tertentu
seperti di mall, café, atau bandara, bahkan sekolah pun juga bisa. Pelayanan
hotspot sangat bermanfaat untuk orang yang bekerja di kota-kota besar.
d. Wireless
Wireless merupakan layanan
internet yang menggunakan teknologi tanpa kabel. Layanan ini mempunyai
keuntungan terkoneksinya komputer pengguna dengan jaringan global internet 24
jam dalam 7 hari seminggu. Selain itu, biaya yang ditagihkan hanya biaya
koneksi internet saja, tidak dengan biaya telepon.
e. Leased Line
Jaringan
Dedicated atau sering disebut leased line adalah sebuah media komunikasi yang
secara kontinu digunakan untuk menghubungkan titik-titik yang ingin
berkomunikasi. Media komunikasi ini ditujukan untuk bekerja tanpa henti, tanpa
dibagi oleh siapa pun, dan tanpa dapat dicampuri oleh data yang bukan milik
penggunanya.
Biasanya
media koneksi Dedicated atau Leased line ini merupakan media komunikasi dengan
kecepatan tinggi, kualitas nomor satu, dan tingkat reliabilitas tinggi baik
dalam menghantarkan data maupun dalam ketersediaannya (jarang bermasalah).
Karena hanya satu orang yang menggunakan jalur ini, maka media ini sering
disebut dengan istilah Leased line atau jalur yang disewa. Hal inilah yang
membuat harga dari media jenis ini cukup mahal.
Koneksi
jenis Leased line menawarkan bandwidth yang cukup bervariasi tergantung pada
sejauh mana kebutuhan pengguna. Biasanya dimulai dari 64 Kbps hingga 2 Mbps.
Namun dengan semakin berkembangnya teknologi bandwidth, nilai tersebut bisa
meningkat lagi.
Dedicated
Leased line biasanya berupa koneksi tipe serial syncronous. Setiap ujung dari
koneksi Leased line ini akan berakhir di interface serial Synchronous di sebuah
router. Router tersebut akan terkoneksi ke Leased line ini melalui perantara
sebuah perangkat yang disebut Channel Service Unit/Data Service Unit (CSU/DSU).
Biasanya perangkat ini berupa sebuah modem Leased line.
Dengan
demikian, setiap leased line yang akan dipasang, harus disertai juga dengan
sebuah modem dan interface synchronous pada router. Jadi, jika seorang memiliki
banyak koneksi leased line, maka ia membutuhkan banyak perangkat CSU/DSU atau
modem, interface synchronous router, kabel penghubung antara modem dengan
router, dan beberapa media Leased line itu sendiri.
Namun jika
karakteristik traffic data Anda memang sangat padat penggunaannya, membutuhkan
kualitas koneksi yang stabil, butuh kecepatan yang tinggi, dan tidak pernah
terputus selama 24 jam, maka Leased line adalah jenis media yang paling cocok.
Biasanya koneksi Leased line cukup rentan terhadap masalah. Namun, mencari
sumber masalahnya relatif cukup mudah karena jalur-jalurnya dapat dengan jelas
terdeteksi.
Koneksi
Leased line yang telah lama dan digunakan adalah koneksi menggunakan media
kabel tembaga dengan sistem komunikasi synchronous serial. Namun belakangan
ini, media sistem komunikasi Leased line juga sering menggunakan media kabel
tembaga dengan sistem komunikasi DSL. Selain itu, teknologi cable modem juga
sering kali digunakan untuk menghantarkan servis dedicated ini.
f. VSAT
Di beberapa daerah, khususnya di luar
Jawa seringkali infrastuktur baik Kabel Bawah Laut, Fiber Optic, Leased Line,
maupun ADSL belum memadai atau bahkan tidak tersedia. Dengan demikian,
satu-satunya yang paling efisien dalam rangka penyediaan bandwidth internet ke
berbagai Remote Area adalah dengan media VSAT. VSAT (Very Small Aperture
Terminal) adalah perangkat yang disebut sebagai ‘Satellite Ground
Station’ dilengkapi dengan “Dish Antenna” untuk mengakses satelit dalam rangka
melakukan relay data dari suatu terminal ke terminal lain (pada Konfigurasi
Mesh) atau ke terminal induk/Hub (pada Konfigurasi Star).
Keunggulan penggunaan VSAT adalah
sebagai berikut.
1) Pemasangannya cepat.
2) Jangkauan terjauh dapat mencapai
setengah permukaan bumi.
Kekurangan penggunaan VSAT adalah
sebagai berikut.
1) Koneksinya rentan terhadap gangguan
cuaca (terhadap molekul air).
2) Memakan tempat, terutama untuk
piringannya.
4. Teknologi dalam Sebuah Internet Service
Provider
Secara umum teknologi yang
digunakan di sebuah Internet Service Provider (ISP) sebetulnya relatif
sederhana yang terdiri atas:
a.
Sambungan ke internet yang besar
menggunakan kecepatan yang sangat
tinggi.
Beberapa ISP di Indonesia mempunyai kecepatan sampai beberapa
Gbps.
b.
Sambungan internet tersebut
disambungkan langsung pada router yang
besar,
biasanya kelas Cisco atau Juniper network. Router ini akan mengatur
komunikasi
antara internet dengan pelanggan.
c.
Biasanya di ISP akan dipasang juga
beberapa server, baik untuk web, mail,
maupun
berbagai keperluan lainnya. Sebagian besar server ISP biasanya
dibangun
menggunakan sistem operasi Open Source.
Pelanggan akan tersambung ke ISP
menggunakan berbagai teknologi sambungan yang berkecepatan beberapa ratus Kbps
atau Mbps.
5. Penginstalasian Modem di Windows XP
Berikut ini dijelaskan
langkah-langkah penginstalasian modem pada Windows XP.
a. Lakukan penyalaan
komputer sesuai dengan SOP yang ada.
b. Secara otomatis Windows
XP akan mendeteksi adanya modem pada komputer.
c. Selanjutnya, akan
muncul dialog seperti pada gambar berikut. Pilih opsi No, not this time,
kemudian klik tombol Next.
d. Kemudian, silakan pilih opsi
Install the Software Automatically (Recommended).
Pastikan bahwa CD atau Floppy Software
pendukung sudah masuk pada drive. Klik tombol Next.
e. Lalu komputer akan melakukan
pencarian Software pendukung pada Drive yang ada. Jika ditemukan, maka akan
muncul gambar berikut. Klik tombol Continue Anyway.
f. Tunggu sampai proses instalasi
driver selesai. Klik tombol Finish.
6. Setting Koneksi ke TelkomNet Instan
Bila modem selesai
diinstall, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan koneksi ke TelkomNet
Instan. Kita dapat membuat ikon khusus koneksi di dekstop yang berfungsi untuk
menghubungkan komputer ke TelkomNet.
a. Klik “Start” dan masuk
ke “Control Panel”.
b. Klik ikon “Internet Options”, maka
akan muncul kotak dialog “Internet Properties”.
c. Klik “Tab Connections”.
d. Klik “Setup”, maka akan muncul
kotak dialog “New Connection Wizard”.
e. Klik “Next”.
f. Pilih “Connect to the Internet” dan
klik “Next”.
g. Pilih “Set up my connection
manually” dan klik “Next”.
h. Pilih “Connect using a dial-up
modem” dan klik “Next”.
i. Ketik di ISP Name “TelkomNet
Instan”, kemudian klik “Next”.
j. Isikan 080989999 di kotak “Phone
number”, klik “Next”.
k. Isikan user ID dan password seperti
berikut.
User id :
telkomnet@instan
Password :
telkom
l. Klik “Next”, Windows akan
menyelesaikan koneksi ke TelkomNet dan akan muncul kotak dialog “Completing the
New Connection Wizard”.
m. Klik “Add a shortcut to this
connection to my dekstop” agar muncul ikon
koneksi di
dekstop. Setelah selesai klik “Finish”.
n. Dial-up account kalian siap
digunakan.
Dengan selesainya setting koneksi ke TelkomNet Instan dan ikon
koneksi sudah terdapat pada desktop, maka kita sudah siap terhubung ke
internet.
o. Dobel klik pada ikon TelkomNet
Instan di dekstop, maka akan muncul
kotak dialog “Connect”.
p. Username dan password sudah terisi.
Klik “Dial” untuk terhubung ke
TelkomNet Instan.
7. Mengakses Internet Menggunakan Hotspot
Teknik mengakses internet
menggunakan fasilitas WiFi hotspot jauh lebih sederhana daripada fasilitas
dial-up, dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi dan biasanya biayanya jauh
lebih murah, bahkan di beberapa hotel/restoran dapat diakses secara gratis.
Untuk sebagian besar aplikasi
sambungan menggunakan WiFi/Hotspot kita tidak perlu menyentuh menu untuk
konfigurasi jaringan karena biasanya sudah beroperasi secara otomatis. Proses
penyambungan menggunakan WiFi/ Hotspot relatif sederhana sebagai berikut.
a. Pastikan WiFi di laptop aktif.
Biasanya ada tombol di laptop untuk
mengaktifkan WiFi bawaan laptop.
b. Klik pada gambar dua (2) layar yang
saling berhimpit yang berada di pojok
kanan layar desktop komputer kita. Ini
akan menyebabkan sistem operasi
Linux Ubuntu men-scan jaringan
wireless dan menampilkan nama-nama
SSID Hotspot yang ada di sekitar kita.
c. Klik ke nama salah satu Hotspot
yang mana kita ingin tersambung.
Selesai sudah proses penyambungan
komputer/laptop ke jaringan WiFi/ Hotspot. Beberapa Hotspot kadangkala
membutuhkan proses konfigurasi secara manual, maka kita dapat melakukannya
dengan memilih menu “Manual configuration”. Proses konfigurasinya persis sama
dengan konfigurasi jaringan LAN biasa. Beberapa hal yang perlu dicermati dalam
proses konfigurasi Hotspot adalah sebagai berikut.
a. Mencuri akses internet dari Hotspot
pribadi atau berbayar bukan hal yang terpuji. Mencuri akses merupakan tindakan
yang tidak halal dan berkonsekuensi berat.
b. Sebagian besar Hotspot berbayar
mengoperasikan mekanisme proteksinya, jadi memang tidak akan dapat dengan mudah
diakses oleh pengguna biasa.
c. Sebagian hotel, restoran, dan cafe
memang mengoperasikan Hotspot untuk dapat diakses secara cuma-cuma dengan
harapan para pengunjung restoran dan cafe dapat lebih menikmati kunjungan
mereka.
C.
Faktor-faktor
yang Memengaruhi Kecepatan Akses Internet
Dalam praktiknya, kecepatan akses yang diperoleh seorang user
ketika menggunakan internet adalah tidak mutlak sama dengan kecepatan yang
ditawarkan oleh ISP. Banyak faktor yang memengaruhi kecepatan akses internet
secara nyata, antara lain sebagai berikut.
1. Media Transmisi
Faktor pertama
yang dapat memengaruhi kecepatan akses internet adalah media transmisi.
a. Bahan perantara yang
digunakan untuk menghubungkan komputer, baik komputer dengan komputer dalam
jaringan lokal (LAN), komputer ke ISP dan ISP ke internet. Misalnya hubungan
yang menggunakan gelombang radio tentu lebih cepat daripada menggunakan kabel
serat optik dan transmisi melalui kabel serat optik lebih cepat dibandingkan
melalui kabel tembaga.
b. Jarak user ke server.
Semakin jauh jarak antara user dan server, maka waktu yang diperlukan untuk
memperoleh akses juga semakin lama. Misalnya seseorang di Semarang yang ingin
mengakses situs milik perusahaan di Amerika Serikat tentu memerlukan waktu
lebih lama dibandingkan jika ia hanya mengakses informasi milik perusahaan di
Jakarta.
c. Cara penyambungan ke
internet. Sambungan internet dengan cara dial up adalah penyambungan melalui
jalur telepon rumah. Secara ideal kecepatan sinyal telepon adalah 56 kbps,
tetapi di Indonesia sampai sekarang masih menggunakan frekuensi 33,6 kHz
sehingga kecepatan transfer data dalam internet dengan cara dial up pada
praktiknya hanya sekitar 33,6 kbps. Sedangkan penyambungan internet dengan cara
broadband/wireless dapat memberikan akses yang lebih cepat, yaitu sekitar 50 –
90 kbps.
2. Kecepatan Jaringan
Kecepatan
jaringan ditentukan oleh topologi jaringan dan kemampuan NIC (Network Interface
Card) atau LAN Card. Jaringan yang menggunakan topologi ring memiliki kecepatan
akses yang lebih lambat dibandingkan dengan topologi star. Kemampuan LAN card
bervariasi mulai 10 Mbps, fast ethernet 100 Mbps, sampai Gbps.
3. Banyaknya User
Satu buah
server atau website dapat digunakan atau diakses oleh beberapa user. Jika
banyak user yang mengakses satu website/server pada waktu yang bersamaan,
kecepatan akses jaringan akan dibagi rata kepada semua user, sehingga semakin
banyak user yang mengakses satu website maka kecepatan akses pun semakin
rendah.
4. Besarnya Bandwidth
Bandwith
merupakan kecepatan maksimum yang dapat digunakan untuk melakukan transmisi
data antarkomputer pada jaringan atau internet. Besar bandwidth yang disewa ISP
ke Backbone internet berpengaruh pada kecepatan akses internet yang diterima
oleh pelanggan. Semakin besar bandwidth yang dimiliki, semakin besar kecepatan
akses yang diterima.
5. Kecepatan Server
Kemampuan dan
kecepatan server akan berpengaruh pada kecepatan akses internet yang dapat
dinikmati oleh pelanggan. Semakin cepat server tersebut, maka kecepatan akses
semakin besar.
0 comments: